Tags

, , , , ,

Vertigo → Suatu ilusi terhadap gerakan, ketika seseorang salah menafsirkan bahwa ia atau sekelilingnya sedang bergerak.
Vertigo bukan selalu disertai dengan ketakseimbangan tapi ketakseimbangan tak selalu disebabkan oleh vertigo.

Keseimbangan yang normal memerlukan:

  1. Informasi sensoris yang akurat dari mata, reseptor proprioscepetif dan labirin vestibularis
  2. Koordinasi yang akurat terhadap Informasi didalam otak
  3. Keluaran motor fungsional dari susunan saraf pusat ke sistem muskuloskeletal.

Vertigo disebabkan oleh:

  1. Kelainan vestibulum perifer (labirintin)
  2. Kelainan vestibulum sentral
  3. Pengaruh luar pada sistem vestibularis

Kelainan Vestibulum perifer yang paling sering dijumpai adalah penyakit meniere dan bentuk lain dari hidrops endolimfatik, benign paroxysmal positional vertigo, kegagalan vestibuler mendadak, dan gangguan vaskuler. Semuanya ini meliputi 75% dari kasus vertigo.

PENYAKIT MENIERE

Penyakit Meniere→ suatu gangguan pengaturan cairan endolimf, ditandai oleh dilatasi ruangan endolimfatik dari labirintus membranosa.
Biasanya penyakit ini hanya menyerang satu telinga dan paling sering menimbulkan gejala untuk pertama kali antara usia 30 hingga 60 tahun. Tanda yang khas dari kelainan ini adalah vertigo yang bersifat paroksismal dan hebat, sering dengan sensasi berputar yang searah dengan sisi yang mengalami gangguan, dan disertai dengan tuli dan tinitus.

VERTIGO POSISI BENIGNA PAROKSISMAL

Merupakan penyebab tersering vertigo, timbulanya timbulnya diprovokasi oleh gerakan kepala, biasanya kesatu arah sewaktu berbaring atau menengadah keatas. Kelainan ini disebabkan oleh lepasnya kristal kalsium karbonat dari otokonia organ otolit didalam utrikulus yang mengalami gangguan.

KEGAGALAN VESTIBULER MENDADAK

  1. Terjadi jika sebuah labirin perifer mendadak berhenti bekerja.
  2. Dapat terjadi karena: cedera kepala tertutup, infeksi virus, penyumbatan salah satu akhiran arteri yang mendarahi labirin. sklerosis multipel, neuropati diabetik dan ensefalitis batang otak.
  3. Gejala yang timbul adalah vertigo mendadak, lemah, nausea dan fomitus.

LESI VASKULER

  1. Migrain dapat menyebabkan vertigo episodik yang sulit dibedakan dari vertigo pada penyakit meniere.
  2. Migrain basiler khusus menyerang gadis remaja dengan gejala penyakit meniere dan didahului oleh kehilangan penglihatan akibat iskemia daerah yang disuplai oleh a.serebralis posterior.
  3. Obstruksi suatu akhiran arteri yang mendarahi labirin dapat menyebabkan timbulnya sindrom kegagalan vestibuler.

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN

  1. Nistagmus menyentak spontan selalu merupakan tanda kelainan vertibuler.
  2. Penilaiannya perlu pemeriksaan terhadap mata dibawah penerangan yang cukup. Perlu melakukan inspeksi terhadap pandangan pada semua posisi, tetapi abduksi mata tak boleh dari 300 sampai iris mencapai karunkel.

Tanda-tanda khas suatu nistagmus menyentak yang penyebabnya ada disentral:

  • Nistagmus bertahan hingga lebih dari beberapa minggu tanpa menunjukkan tanda mereda.
  • Menunjukkan perubahan arah gerakan baik sesuai dengan berlalunya waktu maupun perubahan arah pandangan.
  • Bergerak kesemua arah kecuali arah horizontal.
  • Berbeda pada kedua mata

Sikap dan langkah pasien harus diperiksa dengan mengamati sikapnya waktu berdiri dengan mata dalam keadaan tertutup dan langkahnya sewaktu berjalan dengan injakan tumit kearah jari.

UJI POSISI

  1. Pasien didudukkan pada sebuah dipan dengan kepala diputar kearah pemeriksa dan diinstruksikan agar tetap memandang kearah kening pemeriksa dengan tangan memegang kepala pasien, pemeriksa secara cepat membaringkannya kebelakang dengan kepala diletakkan pada pinggiran dipan sebesar 300 dibawah garis horizontal.
  2. Posisi ini dipertahankan selama paling sedikit 30 detik, bersamaan dengan itu mata pasien diamati terus untuk melihat nistagmusnya kemudian tes ini diulang dengan kepala diputar posisi lain.
  3. Nistagmus yang diprovokasi dengan tes demikian selalu memberikan hasil yang abnormal.
  4. Pada vertigo posisional paroksismal benigna, nistagmus memperlihatkan gejala-gejala sebagai berikut:
    • Berputar & bergerak kearah telinga yg terganggu
    • Mula gejala didahului oleh periode laten selama beberapa detik.
    • Pada posisi provokatif akan mereda setelah 2-10 detik dan tidak begitu hebat pada tes ulangan.
    • Disertai vertigo berat, dan
    • Selama observasi, tidak merubah arah gerakan.

TES-TES LANJUTAN

  1. Untuk menguji fungsi vestibuler, labirin yang bertindak sebagai pengganti dirangsang dengan irigasi telinga dengan memakai air yang temperaturnya lain dari temperatur tubuh ataupun dengan cara memutar tubuh penderita pada berbagai kecepatan sudut.
  2. ENG juga dapat memberikan informasi diagnostik berharga mengenai nistagmus spontan.
  3. Pemeriksaan tambahan lainnya mencakup tes serologi untuk sifilis.

PENGOBATAN SIMTOMATIS

  • Gejala-gejala yg timbul dpt diatasi dgn pemberian sedatif seperti prokloperazin, sinarizin dan antihistamin lainnya. Diasepam juga bermanfaat.
  • Jika muntah tdk memungkinkan pemberian obat secara oral, dpt diberikan secara IM atau supositoria.
  • Latihan-latihan yang menyebabkan timbulnya vertigo dapat membantu penderita vertigo posisi benigna untuk melalukan adaptasi, namun pada umumya yang diperlukan hanya menghindari provokasi posisi kepala,sedangkan pasien yang menderita kegagalan vestibuler mendadak perlu diberi penyuluhan dan terapi simtomatik